Apa yang sebenarnya sedang terjadi di negara kita? Dari 200 juta lebih manusia yang ada di negara kita ini hanya segelintir orang saja yang mampu menjadi peraih medali di ajang olahraga dunia olimpiade yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.
JIka kita melihat negara besar lainnya dengan penduduk yang juga besar seperti amerika serikat, cina, jepang, jerman dan lain sebagainya mereka mampu meraih banyak medali. Indonesia adalah negara yang besar dengan ratusan juta penduduk namun miskin akan prestasi olahraga di tingkat dunia. Apakah semua itu akibat mayoritas orang indonesia adalah ras melayu yang tidak berbakat dalam banyak hal dibandingkan dengan ras lain?
Kita tidak boleh kecil hati dengan kenyataan yang ada saat ini. Yang seharusnya kita lakukan adalah dengan instospeksi diri dan mulai mencari jalan keluar untuk dapat meningkatkan prestasi olahraga kita agar mereka tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kuat di bidang olahraga. Dari 200 juta orang di Indonesia pasti ada saja yang menyimpan bakat yang luar biasa untuk masing-masing cabang olahraga. Nah yang perlu dilakukan adalah dengan menemukan mereka dan membinanya dengan serius sepenuh hati.
Olahraga sederhana yang butuh keahlian khusus serta kelebihan fisik tertentu adalah seperti halnya cabang olahraga menembak, panahan, dan lain-lain. Untuk menemukan bibit potensial pemerintah hanya tinggal membangun banyak tempat olahraga cabang tersebut yang dibuka untuk semua orang secara gratis dan setiap orang bebas berlatih tanpa dipungut bayaran. Secara rutin adakan turnamen kecil dan besar.
Untuk jenis olahraga lain pun tidak jauh berbeda caranya. Yaitu dengan membangun banyak sarana olahraga walaupun sederhana namun lengkap dengan banyak cabang olahraga yang dapat diakses oleh semua orang segala usia dan kalangan secara cuma-cuma. Dari sana pasti akan bermunculan bibit baru karena dari olahraga seseorang bisa mendapat banyak uang sehingga orang akan berlomba-lomba menemukan keahlian olahraganya masing-masing.
Pelajar dan mahasiswa seharusnya mereka diperkenalkan dengan seluruh cabang olahraga dan mereka bebas untuk menggali potensinya apabila ditemukan potensi besar dalam dirinya. Begitupun dengan selain pelajar mahasiswa. Seorang kuli bangunan mungkin ada yang bisa mengangkat barbel 500 kg atau seorang ibu rumah tangga mungkin punya keahlian menembak jitu dari jarak 10 km atau seorang tentara angkatan udara bisa berenang sejauh 100 meter dalam waktu 10 detik. Semua bisa mungkin namun tinggal bagaimana keseriusan negara ini saja untuk menemukan orang-orang berbakat tersebut.
Yang tidak kalah penting yaitu dengan menggalakkan kompetisi mulai dari tingkat terendah hingga tingkat nasional untuk menemukan potensi terbaik untuk diadu dengan jago dari negara lain. Acara 17an pun bisa menjadi ajang kompetisi tingkat lokal cari cabang-cabang olahraga internasional.
Dengan begitu nantinya akan banyak bermunculan atlet baru yang mungkin dapat menyumbangkan medali olimpiade atau piala event olahraga dunia lain yang membanggakan bagi negara. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah untuk menggalakkan olahraga karena kita bisa.
benahi birokrasi
Selama jajaran pembina masih bermental birokrasi yang sarat dengan kepentingan politik dan uang kiranya sulit untuk mencetak olahragawan/wati yang sesungguhnya melimpah ruah bibit-bibitnya di republik ini
Memang ketersediaan dana juga adalah hal yang penting, tetapi kalau tidak didukung oleh tim pengurus olah raga yang profesional juga percuma saja.
dido_fu
ya emg SEHARUSNYA gt bosssssssss
mkane ayo bangu indonesia...
MERDEKA..!..!..!..!
Post new comment