Arti peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati

Arti dari peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati adalah Kebaikan seseorang hendaknya selalu diingat karena budi baik orang tak dapat dinilai dengan uang.  Peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf H.  Peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Kebaikan seseorang hendaknya selalu diingat karena budi baik orang tak dapat dinilai dengan uang.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati
Arti Peribahasa :  Kebaikan seseorang hendaknya selalu diingat karena budi baik orang tak dapat dinilai dengan uang
Bentuk Lain Peribahasa : Hutang emas boleh dibayar, Hutang budi dibawa mati
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : H
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf H

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Hutang emas dapat dibayar, Hutang budi dibawa mati"

Poskan Komentar