Arti peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh

Arti dari peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh adalah Orang yang menilai dirinya bijak selalu mendapat hina, sedangkan orang bodoh yang sering bertanya selalu mendapat kejayaan.  Peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf J.  Peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Orang yang menilai dirinya bijak selalu mendapat hina, sedangkan orang bodoh yang sering bertanya selalu mendapat kejayaan.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh
Arti Peribahasa :  Orang yang menilai dirinya bijak selalu mendapat hina, sedangkan orang bodoh yang sering bertanya selalu mendapat kejayaan
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : J
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf J

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Jangan bijak terpijak, biarlah bodoh bersuluh"

Poskan Komentar