Arti peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan

Arti dari peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan adalah Orang besar yang bersuka cita, orang kecil yang bereuforia (bergembira berlebihan).  Peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf K.  Peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Orang besar yang bersuka cita, orang kecil yang bereuforia (bergembira berlebihan).

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan
Arti Peribahasa :  Orang besar yang bersuka cita, orang kecil yang bereuforia (bergembira berlebihan)
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : K
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf K

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan"

Poskan Komentar