Arti peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi

Arti dari peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi adalah Jika ada orang yang disegani, maka orang yang sering membuat ribut akan diam.  Peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf K.  Peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Jika ada orang yang disegani, maka orang yang sering membuat ribut akan diam.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi
Arti Peribahasa :  Jika ada orang yang disegani, maka orang yang sering membuat ribut akan diam
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : K
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf K

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi"

Poskan Komentar