Arti peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki

Arti dari peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki adalah Sesuatu atau seseorang yang telah tua dan lemah tidak berdaya.  Peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf L.  Peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Sesuatu atau seseorang yang telah tua dan lemah tidak berdaya.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki
Arti Peribahasa :  Sesuatu atau seseorang yang telah tua dan lemah tidak berdaya
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : L
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf L

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki"

Poskan Komentar