Arti peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong

Arti dari peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong adalah Menikah sesuai ketentuan adat yang berlaku namun ternyata pengantin wanitanya sudah tidak perawan.  Peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf M.  Peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Menikah sesuai ketentuan adat yang berlaku namun ternyata pengantin wanitanya sudah tidak perawan.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong
Arti Peribahasa :  Menikah sesuai ketentuan adat yang berlaku namun ternyata pengantin wanitanya sudah tidak perawan
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : M
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf M

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong"

Poskan Komentar