Arti peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh

Arti dari peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh adalah Suatu perkataan yang tidak sesuai kenyataan yang menyebabkan orang lain menjadi dikucilkan orang.  Peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf S.  Peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Suatu perkataan yang tidak sesuai kenyataan yang menyebabkan orang lain menjadi dikucilkan orang.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh
Arti Peribahasa :  Suatu perkataan yang tidak sesuai kenyataan yang menyebabkan orang lain menjadi dikucilkan orang
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : S
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf S

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh"

Poskan Komentar