Arti peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata

Arti dari peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata adalah Yang datangnya lebih dulu ditolong lebih dulu, sedangkan yang datang belakangan pun ditolongnya belakangan.  Peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf S.  Peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Yang datangnya lebih dulu ditolong lebih dulu, sedangkan yang datang belakangan pun ditolongnya belakangan.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata
Arti Peribahasa :  Yang datangnya lebih dulu ditolong lebih dulu, sedangkan yang datang belakangan pun ditolongnya belakangan
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : S
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf S

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata"

Poskan Komentar