Arti peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah

Arti dari peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah adalah Di saat terdesak, benda yang tidak dapat digunakan lagi pun menjadi berguna.  Peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf T.  Peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Di saat terdesak, benda yang tidak dapat digunakan lagi pun menjadi berguna.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah
Arti Peribahasa :  Di saat terdesak, benda yang tidak dapat digunakan lagi pun menjadi berguna
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : T
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf T

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah"

Poskan Komentar