Arti peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia

Arti dari peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia adalah Barang sederhana dan tidak berharga jika disentuh oleh tangan-tangan kreatif dapat menjadi barang yang amat berguna.  Peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf T.  Peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Barang sederhana dan tidak berharga jika disentuh oleh tangan-tangan kreatif dapat menjadi barang yang amat berguna.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia
Arti Peribahasa :  Barang sederhana dan tidak berharga jika disentuh oleh tangan-tangan kreatif dapat menjadi barang yang amat berguna
Bentuk Lain Peribahasa : -
Arti Kata Tidak Umum : -
Huruf Depan Peribahasa : T
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : -

Informasi peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bagian dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia di form komentar di bagian bawah situs web kita tercinta ini agar kita bisa diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia dalam ucapan maupun tulisan untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf T

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Arti peribahasa Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia"

Poskan Komentar