Alasan Penyebab Orang Tidak Mau Naik Kendaraan Umum

Sebagian orang menggunakan kendaraan pribadi dan sebagian yang lain menggunakan kendaraan umum sebagai sarana transportasinya sehari-hari.  Setiap orang membutuhkan sarang transportasi yang baik untuk dapat menjangkau tempat-tempat yang jauh dengan mudah.  Namun kondisi transportasi umum yang buruk dapat menyebabkan orang-orang menjadi malas untuk menggunakannya dan berusaha untuk memiliki sarana transportasi sendiri yang lebih nyaman dan efisien daripada sarana transportasi umum yang disediakan oleh pemerintah atau pun perusahaan swasta yang memiliki izin operasi dari pihak yang berwenang.

Beberapa Hal / Faktor yang Menyebabkan Orang Enggan / Malas Menggunakan Angkutan Umum :

1. Tidak Nyaman

Naik kendaraan umum biasanya sangat tidak menyenangkan karena kondisi bus yang apa adanya.  Perusahaan atau pemilik bus dan angkot pada umumnya lebih mengutamakan keuntungan daripada pelayanan terhadap para konsumennya.  Kebersihan pun biasanya juga tidak terjaga dengan baik sehingga orang-orang yang terbiasa bersih enggan untuk naik kendaraan umum.

2. Tidak Aman

Bukan hal yang aneh jika banyak penumpang kendaraan umum yang menjadi korban kejahatan seperti kecopetan, kerampokan, ketipuan, kepalakan, dan ke ke lainnya.  Sopir dan kondektur (kernet / kenek) transportasi umum pun juga tidak banyak membantu ketika penumpangnya mengalami tindak kriminalitas saat sedang melaju di jalan raya.

3. Ugal-Ugalan (Sering Melanggar Peraturan Lalu-Lintas)

Supir dan kondektur pada angkutan umum biasanya diharuskan menyewa unit bis atau angkot yang dioperasikannya.  Perusahaan atau pemilik unit angkutan umum tidak mau tahu apakah supir akan mendapat banyak uang atau tidak.  Yang penting uang setoran biaya sewa unit angkutan umum dari perusahaan harus dibayar dengan baik.  Itulah sebabnya banyak kita lihat angkutan umum yang tidak mematuhi peraturan lalu-lintas.  Supir dan kondektur butuh banyak uang untuk membayar sewa bis atau angkot yang mereka kemudikan, uang untuk isi bahan bakar dan juga uang untuk diri mereka sendiri.

4. Memakan Waktu Lama

Kebiasaan ngetem angkutan umum yang memakan waktu yang cukup lama adalah salah satu hal yang dibenci oleh para penumpang.  Tujuan ngetem atau memperlambat laju kendaraan umum baik bis maupun angkot adalah untuk mendapatkan penumpang lebih banyak daripada angkutan umum sejenis yang ada di belakangnya.

5. Biaya Mahal

Jika naik kendaraan umum dari suatu titik ke titik lain yang satu jurusan memanglah biayanya relatif tidak mahal.  Namun jika harus pergi ke tempat yang harus berkali-kali naik turun angkutan umum tentulah biaya akan membengkak menjadi mahal walaupun jaraknya tidak terlalu jauh.

6. Gengsi Tinggi

Orang yang gengsinya tinggi tentu saja hanya mau naik kendaraan umum yang biasa digunakan oleh orang-orang yang berasal dari kalangan menengah ke atas saja.  Misalnya yaitu seperti taksi dan travel.  Sedangkan untuk naik kendaraan umum yang banyak digunakan oleh orang miskin biasanya orang yang bergengsi tinggi akan menolak.  Ujung-ujungnya kendaraan pribadilah yang paling sering digunakan untuk bepergian.

7. Minim Transportasi Penghubung

Orang akan malas naik kendaraan umum jika dari sekitar rumahnya menuju jalur kendaraan umum tidak akan kendaraan umum penghubung sama sekali kecuali ojek sepeda motor, ojek sepeda dan becak.  Apabila sudah demikian maka sepeda motor pribadi dan mobil pribadi yang akan lebih sering digunakan sebagai sarana transportasi.

8. Gangguan Perokok

Orang yang tidak merokok sudah pasti akan merasa amat sangat terganggu jika ada orang yang merokok seenaknya.  Perokok adalah orang yang tidak bisa hidup dengan tenang tanpa asap rokok yang mengandung zat adiktif nikotin.  Jika sudah merasa tidak tenang, seorang perokok bisa dengan enaknya merokok di tempat umum yang asapnya menyebar ke orang-orang yang ada di sekitarnya termasuk anak-anak tanpa banyak pertimbangan.

9. Gangguan Preman Pemalak, Anak Punk, Pengemis, Pengamen dan Pedagang

Gangguan dapat datang silih berganti menggantu para penumpang angkutan umum.  Mulai dari pedagang sampai orang yang meminta sumbangan dengan sedikit memaksa dan pesona terornya.  Walau demikian pemerintah tidak memberikan perhatian yang serius terhadap gangguan-gangguan yang ada di sarana transportasi umum yang banyak digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

10. Tidak Ada Paksaan

Jika pemerintah tidak memaksa orang-orang untuk menggunakan sarana transportasi umum, maka orang akan malas untuk menggunakan kendaraan umum dan tetap menggunakan kendaraan pribadi.  Jika pemerintah melarang penggunaan kendaraan pribadi pada saat-saat tertentu dan menyediakan sarana transportasi umum yang baik, maka orang-orang pun akan beralih ke angkutan umum.

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Alasan Penyebab Orang Tidak Mau Naik Kendaraan Umum"

Poskan Komentar