Cara Membuat Masyarakat / Rakyat Indonesia Sehat dan Bahagia

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang kaya raya dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang berlimpah ruah.  Akan tetapi sangat disayangkan negara yang luar biasa ini tidak dapat dikelola dengan baik sehingga tidak bisa membuat masyarakatnya hidup makmur sejahtera.  Jutaan orang hidup dalam kemiskinan dan kebodohan akibat belum mampunya pemerintah mengelola negara dengan baik.

Potensi pemasukan negara dari sumber daya alam mungkin bisa puluhan atau bahkan bisa ribuan kali lipat dari yang telah tergarap saat ini.  Sayangnya potensi yang besar tersebut belum bisa dimanfaatkan dengan baik.  Sebagian potensi yang besar tersebut saat ini banyak yang diserahkan kepada pihak asing dengan pembagian royalti yang kecil.  Segala janji dan cita-cita dalam mensejahterakan kehidupan bangsa menjadi seperti sesuatu hal yang hanya bisa diwujudkan dalam mimpi saja.  Padahal tidak ada yang tidak mungkin jika sudah ada pihak lain yang berhasil melakukannya, pasti kita pun juga bisa.

Beberapa Cara yang Bisa Dilakukan Untuk Membahagiakan dan Menyehatkan Rakyat Indonesia :

1. Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Setiap warga Indonesia berhak atas penghidupan yang layak.  Setiap warga negara harus diberikan kebutuhan dasar secara gratis dengan batasan tertentu.  Pencukupan kebutuhan dasar masyarakat tersebut tentu saja diukur berdasarkan standar kesejahteraan secara umum.  Pemberian kebutuhan dasar tersebut harus mampu membuat orang-orang yang menerimanya menjadi sejahtera secara wajar.  Orang-orang yang tidak bisa sejahtera, sehat dan bahagia diberikan pembinaan dan bimbingan yang intensif agar dapat menjadi lebih baik.

Keinginan manusia memang tiada batasnya.  Namun seseorang bisa hidup sejahtera jika kebutuhan pokoknya terpenuhi dengan baik sehingga dapat menghilangkan rasa kekhawatirannya akan masa depan yang belum pasti.  Kebutuhan pokok manusia mencakup banyak hal seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, rekreasi, transportasi, pekerjaan, dan lain sebagainya.  Bagi yang memiliki kebutuhan berlebih maka harus menyediakannya sendiri tanpa bantuan dari pemerintah.

Gaji yang besar belum tentu membuat seseorang sejahtera.  Namun jika yang diberikan adalah kesejahteraan yang hakiki maka sudah pasti seseorang akan menjadi sejahtera.  Seseorang bisa dipaksa untuk menjadi sejahtera jika diberikan kesejahteraan dengan cara yang tepat dan baik.  Jika diberi uang saja maka potensi penyimpangan yang dilakukan oleh manusia akan menjadi sangat besar.  Manusia adalah makhluk hidup yang penuh dengan nafsu dan kekhilafan.  Gaji sebesar apa pun jika dikelola dengan tidak benar maka tidak akan membawa kebaikan dalam jumlah yang cukup untuk membawa seseorang dalam kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin.

2. Menjamin Kesehatan dan Keamanan Masyarakat

Jika untuk mendapatkan fasilitas kesehatan medis membutuhkan biaya yang sangat besar, bahkan harus menjual harta benda yang berharga sudah tentu hal tersebut tidak akan disukai oleh banyak orang.  Pemerintah harus mampu menyediakan fasilitas kesehatan yang berkualitas baik secara cuma-cuma alias gratis tanpa menggunakan program asuransi untuk melarikan diri dari kewajibannya.

Selain itu pemerintah berkewajiban menjauhkan rakyatnya dari berbagai hal yang dapat menyebabkan penyakit maupun gangguan kesehatan lainnya.  Itu berarti pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah karena harus mengubah pola hidup masyarakat yang selama ini salah dan menjaga agar pola hidup yang benar bisa diterapkan secara terus-menerus.  Contoh kebiasaan buruk masyarakat yang harus dihilangkan contohnya seperti merokok, minum minuman keras mengandung alkohol, narkoba, bergadang, main game berlebihan, tayangan acara televisi yang tidak sesuai nilai, norma dan aturan agama, penyalahgunaan zat aditif makanan dan minuman berbahaya, dan lain sebagainya.

3.  Membekali Generasi Muda dengan Ilmu yang Bermanfaat dan Budi Pekerti yang Baik

Anak-anak dan remaja membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang-orang dewasa yang telah berhasil menjadi manusia yang baik dan lurus.  Generasi muda yang mengambil jalan yang salah akan hidup dalam kesesatan yang terlihat seperti sesuatu yang indah dan menyenangkan.  Sedini mungkin anak-anak diberikan pendidikan moral yang baik dengan dilandasi oleh nilai-nilai agama yang benar.  Tayangan acara tv yang selama ini banyak menayangkan sesuatu yang bersifat negatif harus segera dihentikan.  Bila perlu pemerintah harus kembali dapat mengatur jenis-jenis tayangan yang boleh ditayangkan dan yang tidak secara tegas dan konsekuen.

Sistem pendidikan yang baik harus mampu membuat generasi muda menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tepat pada waktunya.  Para remaja yang menginjak masa baligh (dewasa) hendaknya sudah dapat hidup mandiri, bersikap dewasa, mapan, beriman, bertakwa, dan mampu bekerja sama dengan orang-orang dewasa dengan baik.  Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah bersama dengan masyarakat harus dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi dasar dan menengah yang tinggi dan cepat sehingga mampu manampung berapa pun banyaknya tenaga kerja yang ada.

4. Menghancurkan Berbagai Bentuk Penodaan dan Penyesatan Agama

Pedoman dasar manusia dalam menjalani hidup ini adalah agama.  Tanpa agama maka manusia akan tersesat dalam kebodohan dan nafsu amarahnya.  Agama yang betul mampu membuat manusia berada dalam kondisi yang sehat, bahagia, makmur, sejahtera, dan lain sebagainya.  Agama yang benar dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang baik yang disukai oleh orang-orang yang ada disekitarnya.  Sedangkan orang yang jauh dari agama yang benar maka hidupnya akan dipenuhi oleh penderitaan dan kebencian dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

Itulah mengapa menjaga agama yang benar dari berbagai bentuk penyimpangan dan penistaan sangat penting sekali.  Sudah banyak contoh orang-orang yang tidak berdosa dimanfaatkan sedemikian rupa oleh orang-orang yang melakukan penyesatan umat agama tertentu sehingga tidak menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan baik dan benar.  Pemerintah harus mampu mencegah munculnya aliran-aliran sesat yang hanya berujung kepada kerusakan moral dan pertikaian antara pemeluk agama yang benar dangan agama benar yang dibuat sesat atau menyimpang.

5. Mengganti Demokrasi dengan Musyawarah Mufakat Perwakilan yang Bijaksana

Pada pancasila yang asli tidak ada kata demokrasi, pemilu, pilkada, voting, dan sebangsanya.  Yang ada adalah hikmat, kebijaksanaan, permusyawaratan, perwakilan.  Kondisi yang ada pada saat ini memang jauh berbeda dengan pesan-pesan mulia yang ada pada pancasila dan undang-undang dasar 1945 yang orisinil.  Jika suatu pemerintahan Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang mampu menjalankan seperti apa yang diamanatkan oleh pancasila sila ke empat maka Indonesia akan bangkit dari keterpurukannya sehingga akan berupaya sekuat tenaga untuk mengejar cita-cita luhurnya yang salah satunya adalah memberikan penghidupan yang layak kepada setiap warga negara Indonesia.  Hidup yang layak artinya adalah hidup yang bahagia, sejahtera, makmur, cerdas, bahagia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

-----

Hal-hal di atas hanyalah merupakan sedikit dari banyak cara yang harus dilakukan oleh kita semua demi kesejahteraan kita bersama.  Ingat, suatu kaum tidak akan berubah nasibnya menjadi lebih baik dari yang ada saat ini jika tidak mau mengubahnya sendiri.  Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang mau mensejahterakan bangsa Indonesia.  Yang jelas, setiap segala sesuatunya merupakan atas seizin dari Tuhan Yang Maha Esa.  Jangan lupa kita terus taat beribadah kepadanya dengan baik dan benar sambil seraya berdoa kepadaNya agar bangsa kita diberikan kebahagiaan dan kesehatan.  Mudah-mudahan bangsa Indonesia bisa berubah menjadi bangsa yang sehat, bahagia, sejahtera, makmur, sentosa, dan lain sebagainya, amin.

Artikel Terkait :

0 Respon Pada "Cara Membuat Masyarakat / Rakyat Indonesia Sehat dan Bahagia"

Poskan Komentar