Terbaru :
Home » , , , » Tanda/Ciri Wanita Hamil/Mengandung Janin Bayi dan Cara Memastikan Kehamilan

Tanda/Ciri Wanita Hamil/Mengandung Janin Bayi dan Cara Memastikan Kehamilan

Oleh godam64 pada 01 November 2010 | 00:52

Perencanaan kehamilan sejak dini pada pasangan suami istri sangatlah diperlukan. Menjadi orangtua adalah suatu pengalaman yang sangat menyenangkan. Terutama bagi seorang calon ibu, dia dapat merasakan bagaimana merasa hamil dan melahirkan. Pada umumnya kehamilan merupakan sesuatu yang dinanti-nanti oleh pasangan menikah yang masih baru kecuali bagi pasangan yang belum ingin punya momongan/anak.

Kehamilan adalah suatu masa dimulai dari terjadinya pembuahan sampai lahirnya anak. Hubungan badan yang dilakukan suami istri, mengakibatkan terjadinya pembuahan yaitu dimana sperma (air mani) dari suami akan membuahi sel telur istri. Selanjutnya telur yang sudah dibuahi akan menempel pada dinding rahim, dan kemudian akan tumbuh dan berkembang selama 9 bulan.

Ada Beberapa Hal Untuk Mengetahui Ciri-Ciri/Tanda-Tanda Dini Kehamilan Seorang Wanita/Perempuan :

1. Tidak haid atau menstruasi (karena rahim dipersiapkan untuk kehamilan)

Tanda- tanda dini atau awal kehamilan adalah tidak datangnya haid atau menstruasi. Selain sebagai tanda awal kehamilan, tidak haid juga bisa disebabkan karena hal yang lain. Untuk itu segeralah periksakan ke dokter apabila anda para wanita tidak haid seperti biasanya.

2. Payudara yang membesar (persiapan untuk menyusui)

Pembesaran payudara adalah tanda awal persiapan untuk menyusui, pembuluh darah akan tampak semakin nyata dibawah kulit pada payudara. Puting akan membesar dan akan kelihatan semakin gelap, dan kadang-kadang akan terasa gatal dan sedikit sakit.

3. Selalu merasa ingin buang air kecil/kencing (dikarenakan janin yang ada dalam kandungan menekan kandung kemih)

Janin yang ada dalam kandungan akan menekan kandung kemih yang mengakibatkan perasaan kita ingin selalu buang air kecil/kencing (anyang-anyangan).

4. Merasa mual dan ingin muntah (dikarenakan perubahan hormon yang mendadak)

Kebanyakan calon ibu merasakan hal ini, walaupun tidak semua calon ibu merasakan hal ini. Rasa mual dan ingin muntah biasanya dirasakan pada pagi hari, keadaan ini sering disebut dengan “morning Sickness” walaupun bisa juga terjadi setiap waktu.

5. Mengantuk (adanya perubahan hormonal)

Rasa kantuk yang teramat sangat bisanya terjadi pada sore hari, dan tidak ada hubungannya dengan rasa kelelahan. Kebanyakan para calon ibu akan mengalami perubahan emosional dan merasa lelah dan pusing.

6. Ngidam
Biasanya para calon ibu menginginkan makanan yang aneh dan yang mungkin belum pernah dia makan. Tidak hanya makanan, biasanya juga dalam bentuk barang atau apapun yang menurut kita tidak lazim.

-----

Memastikan Terjadinya Kehamilan Pada Seorang Wanita/Perempuan :

A. Periksa ke Dokter Kandungan

Periksakanlah ke dokter kandungan untuk memastikan tentang kandunga anda. Dokter spesialis kandungan akan memeriksa pembesaran rahim dan akan melakukan pemeriksaan dalam. Setelah diketahui bahwa anda positif hamil, teruskanlah dengan pemeriksaan diri anda pada dokter ahli kandungan. Pengawasan dini ditangan ahli sangatlah penting, karena jika ada kelainan pada janin akan segera terdeteksi secara dini. Pada saat pemerikasaan diri ke dokter, dokter akan menanyakan beberapa hal tentang riwayat kesehatan anda.antara lain :

1. Penyakit yang pernah anda derita misalnya alergi, atau apakah anda pernah mendapat imunisasi terhadap campak jerman atau hepatitis B.

2. Bila anda pernah melahirkan, anda akan ditanya tentang riwayat kehamilan yang dahulu. Apakah anda melahirkan secara normal atau pernah keguguran/abortus, atau apakah pernah mengalami kesulitan waktu persalinan.

3. Dalam keluarga, apakah ada riwayat keturunan kembar atau ada penyakit yang diturunkan.

4. Hal penting lain yang di tanyakan dokter adalah kapan hari pertama pada haid yang terahir. Dari sini bisa diketahui kapan bayi akan lahir, dari hari pertama (tanggal dan bulan berapa) pada haid yang terahir dapat diperkirakan kapan bayi akan dilahirkan.

Pemeriksaan umum yang biasa dilakukan adalah perawat akan mengukur tinggi dan berat badan anda. Kemudian dokter akan memeriksa secara teliti dari ujung rambut sampai ujung kuku anda untuk menentukan kesehatan anda. Selain memeriksa takanan darah dan denyut jantung, dokter juga memeriksa payudara anda untuk mengetahui kalau ada kelainan dan juga memeriksa perut anda. Pemeriksaan panggul pada ibu hamil dapat memberikan informasi penting.

Pada wanita, kandung kemih, vagina (liang sanggama), rahim, saluran Fallopina, indung telur, semuanya terletak pada rongga panggul. Panggul berbentuk seperti mangkuk, dibentuk oleh tulang-tulang panggul. Dengan memakai alat khusus, dokter akan memeriksa vagina dan serviks (leher rahum). Dengan satu tangan di abdomen/perut dan dua jari dari tangan yang lain pada liang sanggama/vagina, dokter akan memperkirakan ukuran, bentuk dan posisi rahim.

Pemeriksaan ini juga bisa untuk mendeteksi adanya tumor rahim dan juga untuk mengetahui apakah saluran Fallopian dan indung telur dalam keadaan normal. Dari pemeriksaan tersebut dapat di perkirakan apakah bayi dapat melewati rongga panggul tanpa menemui kesulitan. Oprasi Caesar (yaitu suatu oprasi untuk mengeluarkan bayi melalui perut) dapat dilakukan jika ternyata ukuran rongga panggul sempit. Tapi kebanyakan ibu masa kini lebih mengutamakan oprasi Caesar, selain untuk menghindari rasa sakit pada waktu persalinan normal juga untuk menentukan tanggal lahir.

B. Pemeriksaan Urin (Air Seni) dan Tes Darah

Alat tes urin ini banyak dijual di apotik, dapat kita lakukan sendiri di rumah karena mudah dalam penggunaannya. Tes urin dapat dilakukan setelah terlambat haid selama 2 minggu, bahkan ada alat tes urin yang bisa mendeteksi kehamilan walaupun baru terlambat haid 5 hari. Keakuratan tes urine ini bisa mencapai 95% untuk hasil positif dan 80% untuk hasil negatif.

Selama masa kehamilan pemeriksaan urin dan darah penting. Pemeriksaan urin dilakukan untuk mengetahui apakah dalam air seni anda terdapat gula yang menunjukan adanya kencing manis (diabetes) dan albumin (salah satu tipe protein) yang memungkinkan adanya kelainan pada fungsi ginjal.

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui dan mendeteksi adanya anemia (kurang darah), sifilis, dan bisa juga Hepatitis B dan AIDS. Pemeriksaan darah untuk mengetahui golongan darah dilakukan apabila belum diketahui atau tidak tercantum didalam surat identitas anda (KTP/SIM). Ini sangat penting dilakukan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan tranfusi darah selama masa kehamilan atau sesudah kehamilan. Dokter akan memberikan anjuran apa-apa saja yang bileh dan tidak bileh dilakukan oleh anda para calon ibu. Bila anda merasa ragu, anda bisa bertanya kepada dokter anda. Misalnya mengenai USG, ada juga dokter yang tidak menyarankannya untuk pemeriksaan rutin apalagi kalau hanya untuk mengetahui jenis kelamin.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Jaringan Ilmu Pengetahuan : Situs Web Inggris | Situs Web Indonesia | Toko Online
Hak Cipta / Copyright © 2005-2014 godam64 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Powered by Blogger