Terbaru :
Home » , , , » Tips Cara Mengatasi/Menyelesaikan Masalah Problema Rumah Tangga Keluarga

Tips Cara Mengatasi/Menyelesaikan Masalah Problema Rumah Tangga Keluarga

Oleh godam64 pada 15 Maret 2012 | 07:11

Setiap rumah tangga pasti memiliki berbagai masalah baik saat ini, di masa lalu maupun di masa mendatang. Masalah-masalah datang silih berganti tak ada habis-habisnya dari mulai yang ringan sampai yang berat. Semua itu adalah hal yang wajar dan anda tidak perlu takut untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Yang terpenting adalah kesabaran dan kecerdasan anda dalam menyelesaikannya.

Tidak semua orang berbakat untuk mengatasi berbagai problema masalah rumah tangga suatu keluarga kecil. Tidak jarang para orangtua salah kaprah ketika menyelesaikan masalah rumahtangga sehingga dampak yang ditimbulkan pun tidak baik. Hindari menyelesaikan masalah dengan emosi dan kekerasan. Emosi dan kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru yang butuh penyelesaian cepat maupun lambat.

Masalah rumah tangga memang sangat luas cakupannya karena menyangkut berbagai aspek kehidupan dalam berumahtangga. Mulai dari masalah ekonomi, anak, tetangga, pendidikan, agama, budaya, ideologi, fasilitas bersama, dan masih banyak lagi yang lainnya. Setiap anggota keluarga berpotensi memunculkan masalah rumah tangga. Mulai dari anak, cucu, mertua, orangtua, suami, istri, adik, kakak, ipar, anak angkat, dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa tips umum cara mengatasi / menyelesaikan masalah rumah tangga yang dapat anda coba :

1. Musyawarah Untuk Mufakat

Utamakan melakukan duduk bersama dalam suatu forum untuk mendapatkan keputusan bersama yang terbaik yang disepakati oleh semua pihak. Dengan melakukan musyawarah maka setiap anggota keluarga akan merasa dihargai pendapatnya. Kepala keluarga bertindak sebagai pimpinan musyawarah yang dituntut untuk bertindak bijaksana, adil dan tidak memaksakan kehendak.

2. Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Banyak orang lain yang memiliki masalah yang sama atau mirip dengan masalah anda, sehingga tidak ada salahnya belajar dari pengalaman orang lain yang telah lalu. Kita bisa cari pengalaman orang lain di internet atau bertanya langsung kepada orang yang pernah menghadapi masalah serupa. Lihat bagaimana keputusan yang baik dan keputusan yang buruk sebagai pelajaran bagi kita.

3. Mencari Dukungan Anggota Keluarga

Untuk mengatasi masalah satu orang yang kita yakin salah kita butuh dukungan anggota keluarga lain untuk mendukung tindakan kita untuk mengatasi masalah satu orang itu. Dengan begitu orang yang salah itu akan merasa harus berubah karena anggota keluarga yang lain menginginkannya.

4. Selesaikan Yang Penting-Penting Dahulu (Skala Prioritas)

masalah-malasah yang sepele jangan dibesar-besarkan. Masalah kecil bisa diabaikan selama tidak berpotensi berubah menjadi besar. Selesaikan dulu yang dirasa harus segera diatasi agar tidak menimbulkan gejolak besar dalam kehidupan berumahtangga.

5. Berbagi Tugas dalam Penyelesaian Masalah

Jangan menyelesaikan semua masalah sendirian. Ajaklah isteri atau suami, mertua, orangtua, saudara kandung, saudara ipar, anak-anak dan bahkan tetangga kita tergantung jenis masalahnya. Jika kita menganggung beban sendiri, dalam jangka panjang kita bisa stres sendiri pada akhirnya. Anak-anak yang sudah besar bisa kita ajak menyelesaikan masalah keluarga. Bisa jadi anak kita lebih hebat dalam mencari solusi atau jalan keluar masalah-masalah yang ada.

6. Yang Waras Yang Mengalah

Jika sudah menghadapi orang yang keras kepala maupun yang tidak waras maka salah satu solusi terbaik adalah dengan mengalah dan anggap masalah itu tidak ada. Kalau sudah bertemu dengan orang yang pokoknya harus begini pokoknya harus begitu, maka apapun yang kita katakan bisa mentah karena orang tersebut akan terus ngotot walaupun dia tahu dia salah.

7. Terkadang Harus Berani Malu dan Nekad

Untuk mengatasi suatu masalah terkadang harus mengorbankan perasaan kita. Misalnya seperti untuk mengatasi masalah ekonomi seorang mantan orang kaya harus menebalkan muka ketika mencoba berjualan sesuatu di depan orang-orang yang dikenalnya. Contoh lainnya lagi yaitu harus berani malu mengakui kesalahan diri sendiri jika memang salah dan kembali ke jalan yang benar secara konsekuen.

8. Menggunakan Otak bukan Otot

Kekerasan sudah tidak lagi cocok dipakai sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah di zaman sekarang ini. Bisa-bisa pelaku kekerasan di dalam rumah tangga bisa dijerat pasal pidana yang berujung pada hukuman penjara. Sudah masuk penjara, pasangan pun minta cerai dan anak-anak bukan berada dalam kewenangan kita lagi. Emosi pun juga jangan digunakan ketika sedang menyelesaikan masalah karena emosi membuat keputusan yang diambil kurang maksimal dan dapat memunculkan masalah baru yang tak kalah beratnya.

9. Jangan Sampai Banyak Orang Tahu

Semakin banyak orang luar yang tahu masalah kita, maka bisa semakin melebar masalahnya dan berpotensi memunculkan masalah-masalah baru yang tidak kalah pelik. Ibaratnya masalah adalah aib yang harus kita tutup-tutupi dari orang-orang yang tidak perlu mengetahuinya. Masalah suami isteri sebaiknya tidak diketahui anak-anak, orangtua apa lagi tetangga dan orang lain yang tidak kenal dengan kita.

10. Setiap Perjuangan Butuh Pengorbanan

Dalam menyelesaikan suatu masalah mungkin membutuhkan biaya, waktu, tenaga, pikiran, perasaan, dan lain-lain. Yang kita harus lakukan adalah banyak bersabar dan ikhlas berkorban banyak sumber daya demi percepatan penyelesaian masalah. Yang pasti sumber daya yang dikorbankan harus sesuai dengan apa yang akan kita dapat. Jangan berkorban banyak hanya untuk menyelesaikan masalah yang tidak penting.

Selamat mencoba dan terima kasih atas perhatian anda.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Jaringan Ilmu Pengetahuan : Situs Web Inggris | Situs Web Indonesia | Toko Online
Hak Cipta / Copyright © 2005-2014 godam64 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Powered by Blogger